Keluarga Bahagia dan Sejahtera Sebagai Pondasi Utama Mewujudkan Kabupaten Talaud Lebih Diberkati

Foto : Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Talaud Periode 2020 – 2025 bersama Ibu

Pembangunan yang dilakukan oleh suatu negara akan berjalan optimal jika didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas. Kualitas tidak hanya terkait pada pertumbuhan fisik saja, tetapi terkait juga dengan perkembangan, kecerdasan dan karakter yang dimiliki. Keluarga dapat menjadi lingkungan pertama dan utama dalam pembentukan sumber daya manusia berkualitas dan pembentukan karakter anak. Keluarga sebagai wahana untuk mendidik, mengasuh, memperkenalkan anak kepada lingkungan sekitarnya, dan mengembangkan kemampuan seluruh anggotanya agar dapat menjalankan fungsinya di masyarakat dengan baik. Oleh karena itu institusi keluarga merupakan pondasi dalam pembangunan karakter bangsa.

Melalui keluarga, revolusi mental dapat dimulai dengan menjadikan anak sebagai generasi penerus yang memiliki kepribadian yang baik dengan menanamkan pola pikir, sikap dan perilaku yang baik. Orang tua berperan penting dalam membentuk karakter anak karena orangtua merupakan penangungjawab utama dan pertama dalam menanamkan nilai-nilai yang paling mendasar sebelum anak masuk pada fase perkembangan dan pertumbuhan serta lingkungan berikutnya.

Program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana) BKKBN telah berinisiatif melaksanakan Revolusi Mental Berbasis Pancasila Melalui Keluarga, yaitu dengan penerapan 8 (delapan) Fungsi Keluarga, yaitu: (1) Fungsi Keagamaan; (2) Fungsi Sosial
Budaya; (3) Fungsi Cinta Kasih; (4) Fungsi Perlindungan; (5) Fungsi Reproduksi; (6) Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan; (7) Fungsi Ekonomi; (8) dan Fungsi Pembinaan Lingkungan.

Penguatan 8 (delapan) fungsi keluarga merupakan landasan untuk mewujudkan generasi mendatang yang memiliki kualitas yang tinggi, berkarakter, dan berakhlak mulia. BKKBN meyakini, bahwa langkah awal dalam Revolusi Karakter bangsa adalah penanaman nilai-nilai
karakter bangsa yang luhur sejak dini pada anggota keluarga, terutama kepada anak selaku generasi penerus bangsa.

Penerapan 8 fungsi keluarga ini juga dilandasi 4 (empat) konsep utama dalam membangun keluarga bahagia sejahtera, yaitu: (1) Keluarga berkumpul, dimana memanfaatkan waktu luang bersama keluarga untuk berkumpul dengan melakukan aktifitas yang dapat memperkuat ikatan di antara masing-masing anggota keluarga; (2) Keluarga berinteraksi, komunikasi dan diskusi di antara anggota keluarga secara langsung; (3) Keluarga berdaya, Keluarga mandiri yang tidak bergantung kepada orang lain, dan juga (4) Keluarga peduli dan berbagi, antar anggota keluarga saling memahami dan menghargai satu sama lain, serta gotong royong dalam menghadapi permasalahan dalam keluarga.

Dengan menerapkan 8(delapan) fungsi keluarga ini, diharapkan bahwa keluarga-keluarga yang ada di Kabupaten Kepulauan Talaud akan bergerak menuju keluarga bahagia dan sejahtera yang mampu menopang upaya pembangunan di tanah Porodisa sehingga Kabupaten Kepulauan Talaud menjadi lebih diberkati. SP